Harga Bensin Capai Rekor Tertinggi – VOA untuk Diplomatic Affairs 22 April 2011

Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi internasional yang terus tumbuh, yaitu:

  • Faktor Lingkungan
  • Internasionalisasi Dari Disiplin Akuntansi
  • Internasionalisasi Dari Profesi Akuntansi

Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Akuntansi Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :

  1. Sistem Hukum
  2. Sistem Politik, Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan prktik-prakti akuntansi. Sebagai contoh, akuntansi Inggris yang ada semasa pergantian Abad 20, “diekspor” ke negara-negara persemakmuran. Belanda melakukan hal yang sama ke filipina dan Indonesia, Perancis ke negara-negara jajahannya di Asia da Afrika. Jerman menggunakan simpati politik untuk mempengaruhi, antara lain, akuntansi di Jepang dan Swedia.
  3. Sifat Kepemilikan Bisnis
  4. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis
  5. Iklim Sosial
  6. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan
  7. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif
  8. Ada Legislasi Akuntansi tertentu
  9. Kecepatan Inovasi Bisnis
  10. Tahap pembangunan Ekonomi
  11. Pola pertumbuhan Ekonomi, Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.
  12.  Status Pendidikan dan Organisasi Profesional                      

Kesimpulannya: Pada tanggal 22 April 2011 harga bensin mencapai harga tinggi di amerika, harga bensin terus merambat naik sampai $ 4 per galon. Banyak sekali spekulatot yang menyalahkan minyak mentah yang panik atas gejolah timur tengah yang masih bergantungnya amerika pada Impor. Harga yang merambah naik sangat mengjhawatirkan perkembangan dunia yang akan memburuk, banyak kalangan yang nyesalkan mengapa amerika tergantung pada minyak impor. Sudah 40 tahun terakhir presiden Amerika menjanjikan bahwa akan mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor. Kejadian ini dalah factor lingkungan dalam segi pola pertumbuhan ekonomi dan sistem politik. Mengapa demikian, karena apabila amerika bisa mengurangi minyak impor maka perkembangan di amerika bisa lebih baik. Dan impor yang dilakukan amerika mewarnai akuntansi, meskipun membantu amerika tetapi lebih baik mengurangi impor minyak.

Kata kunci                  : Faktor-faktor yang mempengaruhi Akuntansi Internasional

Link Video                  : http://www.youtube.com/watch?v=NMV4iXNutrQ

PM Thailand Yakin Ekonomi Stabil

Ekonomi negara Thailand akan tumbuh lebih dari 7% setahun ini namun melambat pada tahun 2011, walupun awal tahun adanya kekerasan di negri dan bencana banjir baru-baru ini, Thailand percaya ekonomi akan stabil. Untuk 2010 pertumbuhan ekonomi akan lebih dari 7% walau ada dampak banjir untuk tahun depan sepertinya akan melambat tapi akan menjadi tingkat pertumbuhan yang baik dan sehat.

Setelah Thailand mengenakan pajak keuntungan modal untuk perdagangan obligasi, Thailand bisa mengontrol uang masuk dalam jangka pendek. Sehingga menekankan bahwa Thailand tidak berbisnis untuk mencari tingkat tertentu bagi part yang nilai eksportnya sangat kuat. Sejauh ini sebulan atau dua bulan pergerakan mata uang daneksport tumbuh dengan baik sebagian karena masalah part menguat tidak memperparah dolar melemah jadi semua ekonomi regional bahkan Negara jauh seperti Amerilka Latin mengalami masalah yang sama, jadi dalam daya saingnya ia tidak terkena dampak yang parah. Part telah meningkat lebih dari 11% terhadap dolar tahun ini.

Kata kunci                 : Pelaporan mata uang asing

Link Video                 : http://www.youtube.com/watch?v=_SQQNssNysI

Sejarah Akuntansi Di Eropa

Sejarah Perkembangan Akuntansi

  • Perkembangan Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi.
  • Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu. Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut.
  • Pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Luca Paciolo dengan judul Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Bagian yang berisi pelajaran pembukuan itu berjudul Tractatus de Computis et Scriptorio. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya.
  • Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistemyang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat.
  • Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu.
  • Sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik pembukuan.
  • Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).
  • Pada abad sekarang ini sistem yang paling banyak digunakan yaitu sistem Anglo Saxon, hal ini disebabkan karena sistem Anglo Saxon dapat digunakan untuk mencatat berbagai macam transaksi, sedangkan sistem yang lainnya agak sukar untuk digunakan. Hal ini disebakan karena sistem yang lain sering memisahkan antara pembukuan dengan akuntansi sedangkan dalam sistem Anglo Saxon, pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.

 

Perbedaan Akuntansi Sistem Kontinental dengan Anglo Saxon

Buku Harian

Menurut Sistem Kontinental buku harian dikelompokan pada sisi debet/ kredit belum rinci sedangkan Sistem Anglo Saxon dikelompokan debet/ kredit sudah rinci

Akun Buku Besar

a.    Penyusutan

Pada Sistem Kontinental, Menggunakan akun cadangan dan dicatat kredit sedangkan Sistem Anglo Saxon, Menggunakan akun beban penyusutan dan dicatat disisi debet

b.    Akun campuran

Pada Sistem Kontinental, menggunakan akun campuran sedangkan Sistem Anglo Saxon, tidak menggunakan akun

c.    Prive

Pada Sistem Kontinental, terdapat penyetoran prive sedangkan Sistem Anglo Saxon, Tidak terdapat penyetoran prive

Neraca Lajur

Pada Sistem Kontinental, arsip disimpen sebagai dokumen sedangkan sistem Anglo Saxon, arsip tidak disimpan karena sebagai alat bantu

Laporan keungan

Sistem Kontinental mempunyai laporan keuangan yang terdiri dari:

a.    Neraca

b.    Laporan perhitungan laba rugi

c.    Laporan perubahan modal

Sistem Anglo Saxon mempunyai laporan keungan yang terdiri atas :

a.    Neraca

b.    Laporan perhitungan laba rugi

c.    Laporan perubahan modal

d.    Laporan arus kas

e.    Laporan dana

 

Sistem Hukum Anglo-Saxon

Sistem Anglo-Saxon adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi, yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya.

Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Kanada (kecuali Provinsi Quebec) dan Amerika Serikat (walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistem hukum Eropa Kontinental Napoleon).

Selain negara-negara tersebut, beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran, misalnya Pakistan, India dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon, namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama.

 

Sumber :

http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/14-sejarah-perkembangan-akuntansi.pdf

http://id.shvoong.com/humanities/history/1699638-sejarah-perkembangan-akuntansi/

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum#Sistem_hukum_Anglo-Saxon

Perkembangan Konsultan Pajak di Indonesia

Perkembangan Konsultan Pajak di Indonesia

Menurut literatur, konsultan pertama adalah Arthur D. Little yang mendirikan usahan jasa konsultan pada tahun 1886 di Cambridge, Massachusets. Beliau memberikan bantuan teknis (engineering) kepada kliennya. Perusahaan tersebut kini telah mengalami kebangkrutan. Booz Allen Hamilton kemudian mendirikan perusahaan dengan struktur serupa di awal abad 20.

Kemudian pada tahun 1926, seorang professor dari Universitas Chicago, James McKinsey, mendirikan perusahaan jasa konsultan “accounting and engineering advisors” yang memperkenalkan pendekatan dan framework yang berbeda. Ia tidak merekrut insinyur tradisional, melainkan eksekutif berpengalaman yang di-training dengan seperangkat analisis dan pengetahuan yang kontemporer di masa itu, meliputi strategi, kebijakan, goal, organisasi, prosedur, facilities, dan personnel.

Sejarah mencatat inovasi yang cukup spektakuler dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG). Dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, BCG mengembangkan konsep tentang growth share matrix yang menjadi alat untuk menilai attractiveness suatu perusahaan dalam sebuah industri. Framework ini kemudian banyak diadopsi oleh konsultan lain dalam memahami persoalan bisnis dan peluang jasa konsultan yang dapat dimanfaatkan.

Sejak itu, consulting firm mengalami kemajuan dan bertumbuh dengan pesat. Beberapa melakukan merger dan konsolidasi. Beberapa yang lain melakukan rebranding dan merubah struktur organisasinya. Begitu pula dengan pendekatan, metodologi, maupun framework yang digunakan dan dikembangkan juga kian kompleks dan komprehensif.

Konsultan Pajak adalah setiap orang yang dalam lingkungan pekerjaannya secara bebas memberikan Jasa Konsultan Pajak kepada Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku;

Untuk menjadi Konsultan Pajak, setiap orang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Bertempat tinggal di Indonesia;
  3. Memiliki serendah-rendahnya ijazah Strata Satu (S-1) atau setingkat dengan itu dari Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang Terakreditasi, kecuali bagi pensiunan pegawai Direktorat Jenderal Pajak ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak.
  4. Tidak terikat dengan pekerjaan atau jabatan pada Pemerintah/Negara, atau Badan Usaha Milik Negara/Daerah
  5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang;
  6. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
  7. Memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; lihat Pajak Akuntansi dan Konsultan Akuntansi
  8. Bersedia menjadi anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia dan tunjuk pada Kode Etik Ikatan Konsultan Pajak Indonesia;
  9. Memiliki Sertifikat Konsultan Pajak.

Untuk melakukan praktek sebagai Jasa Konsultan pajak, seorang Konsultan Pajak yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud di atas, wajib mempunyai Izin Praktek Konsultan Pajak yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak yang berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Jasa-jasa yang ditawarkan oleh Konsultan Pajak

  • Jasa Perencanaan Pajak Perencanaan manajemen dalam bidang perpajakan (Jasa Pajak) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak, memperoleh alternatif terbaik untuk penghematan pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku dan mempersiapkan anggaran perpajakan.
  • Jasa Konsultan Pajak Jasa Konsultan dalam bidang perpajakan untuk periode tertentu yang dilaksanakan baik melalui surat maupun tatap muka langsung.
  • Jasa Pengisian SPT Perpajakan Jasa pengisian SPT Tahunan dan SPT Masa sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Lihat Jasa Akuntansi dan Pajak Akuntansi
  • Jasa Pendamping Pemeriksaan Pajak Jasa untuk mendampingi dan mewakili klien dalam menghadapi pemeriksaan oleh aparat perpajakan (Akuntansi Pajak).
  • Jasa Penanganan Kasus Perpajakan Jasa untuk mengajukan keberatan, restitusi dan peninjauan kembali ke Dirjen Pajak atau mengajukan gugatan dan naik banding ke Pengadilan Pajak (Pajak Jasak).
  • Jasa Review Perpajakan Jasa untuk mereview catatan atau pembukuan klien dalam mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku, mengidentifikasi kewajiban pajak potensial dan merencanakan langkah-langkah untuk mengatasinya.

Kursus Brevet A, B & C

Perpajakan merupakan bagian terpenting bagi para wajib pajak (WP),dimana WP harus memenuhi kewajiban perpajakannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu asas self assesment system. Dalam asas ini, WP diwajibkan untuk menghitung, membayar/menyetor, melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak terutang menurut WP sesuai dengan peraturan perpajakan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Pelatihan Brevet A dan B Terpadu didesain untuk bisa memberikan pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif dalam bidang perpajakan sehingga dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.

Pelatihan Brevet C adalah pelatihan di tingkat lanjutan bagi para praktisi perpajakan yang berniat untuk meningkatkan kualifikasi dan pengetahuan lanjutan di bidang perpajakan.

Dalam pelatihan ini diharapkan bisa menjawab permasalahan dalam hal pemahaman, pelaporan dan prosedur perpajakan yang paling efektif dan efisian bagi individu maupun institusi/perusahaan

Peserta Yang Tepat
Pelatihan ini didesain sebagai sarana pembelajaran yang tepat bagi :

  • SDM di bagian pajak/keuangan, praktisi akuntansi, auditor, konsultan
  • Para akademisi (pelajar, mahasiswa, dosen)
  • Lulusan D3, S1 dan S2
  • Para pengusaha atau investor

Perkembangan Profesi Akuntansi

Perkembangan Profesi Akuntansi

  • ERA KOLONIAL BELANDA (1595-1945) :

Belanda mengenalkan akuntansi di Indonesia Regulasi akuntansi yang pertama dikeluarkan tahun 1642 oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda. Regulasi terebut mengatur administrasi Kas dan Piutang (Abdil Kadir 1982)

  • ERA SUKARNO (1945-1966) :

Akademi lulusan Amerika mengisi kekosongan posisi akuntan dan sistem akuntansi dan auditing Amerika dikenalkan di Indonesia. Baik akuntansi model Belanda maupun Amerika digunakan secara bersama. Ikatan Akuntansi Indonesia didirikan tahun 1957 untuk memberi pedoman dan untuk mengkoordinasi aktivitas akuntan.

  • ERA SUHARTO (1966-1998) :

Terjadi transfer pengetahuan dan keahlian akuntansi secara langsung dari kantor pusat perusahaan asing kepada karyawan Indonesia dan secara tidak langsung mempengaruhi aktivitas bisnis. Tahun 1973, IAI mengadopsi seperangkat prinsip akuntansi dan standar auditing serta professional code of conduct. Prinsip-prinsip akuntansi didasarkan pada pedoman akuntansi yang dipublikasikan AICPA tahun 1965. Standar akuntansi internasional diadopsi tahun 1995

  • ERA SETELAH SUHARTO (SETELAH 1998)

Regulasi diperketat untuk memperbaiki pengungkapan informasi

Peluang Profesi Akuntansi di Indonesia

Melihat kondisi profesi akuntansi dan peranannya di Indonesia sampai saat ini, maka profesi akuntan memiliki beberapa keunggulan yang dapat dijadikan peluang untuk:

1.      Kemudahan dalam memsuki dan meraih peluang kerja

2.      Kesempatan untuk meningkatkan kualitas profesi melalui jenjang pendidikan S2 dan S3 serta pendidikan profesi berkelanjutan

3.      Keleluasan dalam menentukan pilihan profesi ( akuntan publik, akuntan manajemen, akuntan pemerintah, akuntan pendidik)

4.      profesi akuntan dibutuhkan oleh segala jenis bidang pekerjaan, dalam internal perusahaan pasti dibutuhkan bagian internal auditor. Selain itu dari sisi eksternal akuntan tidak hanya memverifikasi laporan keuangan tetapi juga termasuk kesesuaian dengan persyaratan legal yang ditetapkan pemerintah.

Tantangan Profesi Akuntansi

Tantangan profesi akuntan publik juga sepadan dengan peluang yang ada. Bahwa sekarang kebutuhan audit sangat luas sedangkan jumlah akuntan publik serta akuntan publik yang berusia di atas 50 tahun telah mencapai 67%. Profesi akuntan publik tampaknya sudah tidak menarik lagi. Hal ini ditandai dengan akuntan publik yang beralih profesi dan tidak menjadi pilihan utama mahasiswa akuntansi untuk berkarir. Kesiapan Akuntan Publik Indonesia menghadapi terbukanya pasar internasional antara lain kendala penguasaan bahasa asing.

Perkembangan Akuntan Publik Indonesia bisa dikatakan tergolong lebih sedikit dibandingkan Negara ASEAN lainnya. Struktur usia akuntan publik di Indonesia yang 39% berusia di atas 60 tahun atau keseluruhan ada 67% di atas 50 tahun. Sedangkan tidak semua lulusan USAP (Indonesian CPA) menjadi akuntan publik (hanya 26% menjadi akuntan publik). Selain itu pertumbuhan akuntan publik di Indonesia sangat lambat. Akibatnya, kira-kira 5-10 tahun ke depan ketika akuntan publik yang berusia 60 tahunan mundur atau sudah tidak praktik akan terjadi penurunan jumlah akuntan publik yang signifikan.

Auditor yang bekerja di kantor akuntan publik hanya sedikit yang benar-benar menjadi akuntan publik. Karena selain memiliki PPAK dan ik sangat luas mulai dari perusahaan manufaktur, jasa hingga perusahaan dagang. Setelah dirasa mereka cukup menimba ilmu di kantor akuntan publik, mereka akan melamar pekerjaan di tempat lain yang menawarkan kompensasi maupun jenjang karir yang lebih menjanjikan ketimbang sekedar menjadi akuntan publik di kantor akuntan publik.

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika profesi berasal dari kata etik (etika) berasal dari kata ethos (bahasa yunani)yang berarti karakter watak kesusilaan atau adat sebagai suatu obyek, etika akan berkaitan dngan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau bener, buruk atau baik. Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusi di dalam kelompok manusia.

MACAM-MACAM AKUNTANSI

1.      Akuntansi Keuangan

Adalah akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan.  Hasil akhir akuntansi keuangan adalah Laporan Laba/rugi, Laporan perubahan modal, neraca, Laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan.  Dalam penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prisip akuntansi yang berterima umum.

2.      Akuntansi manajemen

Adalah akuntansi yang memberikan informasi baik keuanagn (kuantitatif) maupun bukan keuanagan(kualitatif), untuk kepentinagn manajemen perusahaan.  Bidang ini bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian operasi perusahaan.

Macam-macam akuntansi yang lain :

a.            Akuntansi Biaya

b.           Akuntansi Pemerintah

c.             Akuntansi Sosial

d.           Akuntansi Internasional

e.            Akuntansi Pemeriksaan

f.             Akuntansi Perpajakan

g.           Akuntansi Peranggaran

Profesi di bidang akuntansi di sebut akuntan.

Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 :

a.      Akuntan Privat/Intern/Manajemen

Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.

b.      Akuntan Publik (Extern)

Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain.  Hasil laporan keuangan dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.

Tugas selain pemeriksaan adalah :

  • Konsultasi perencanaan dan pelaporan pajak
  • Penyusunan anggaran
  • Penyusunan system akuntansi
  • Penyusunan system akuntansi
  • Penyususnan laporan keuangan

c.       Akuntan Pemerintah

Adalah akuntan yang bekerja di lembaga pemerintahan, misalnya : di BPK, Dirjen pajak, BPKP, Departemen keuangan dan lain-lain. Tugasnya adalah mengawasi keuangan dan kekayaan negara sampai pengelolaan keuangan dan kekayaayn negara.

d.      Akuntan Pendidik

Akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajarkan, melakukan riset dan mengembangakan pengetahuan akuntansi.

Kesimpulan

Dari macam – macam profesi akuntansi, saya menginginkan profesi menjadi akuntan pendidik, karena disamping memberikan ilmu saya bisa juga mendapatkan ilmu dari para murid saya dan ilmu yang saya dapatkan bisa diasah terus- menerus agar tidak hilang.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!